Berita Kebudayaan

Pesona Batik Tiga Negeri: Perpaduan Budaya dalam Karya Seni Kain Tradisional

Kreativitas dan inovasi dalam seni batik terus berkembang, menciptakan karya yang tidak hanya memperkaya model pakaian, tetapi juga meretas motif yang selaras dengan imajinasi para seniman batik dari generasi ke generasi. Batik Tiga Negeri adalah salah satu keajaiban warisan budaya Nusantara yang memikat hati. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (28/8), LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) telah melayani 1.464.913 masyarakat dalam sebulan operasional. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Kuswardoyo, merilis data menarik yang menunjukkan antusiasme masyarakat, dengan puncaknya terjadi pada Kamis (28/9) dengan 87.852 penumpang dan rata-rata 47.046 per hari.

“Peningkatan jumlah penumpang terutama terjadi di hari libur serta Sabtu dan Minggu, mengingat banyak masyarakat yang antusias ingin mencoba moda transportasi baru ini,” ungkap Kuswardoyo.

Selama sebulan beroperasi, LRT Jabodebek memberlakukan tarif promo flat Rp5.000, mencakup jarak dekat maupun jauh sesuai keputusan Kementerian Perhubungan. Pada awalnya, LRT Jabodebek mengoperasikan 12 trainset dengan 158 perjalanan setiap hari, dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga 18.58 WIB.

Dalam menyikapi lonjakan pengguna, Kuswardoyo menyatakan bahwa jadwal perjalanan dan jam operasional pelayanan diperpanjang untuk mengakomodir kebutuhan pengguna. Kini, LRT Jabodebek mengoperasikan 16 trainset dengan 234 perjalanan setiap hari, dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga 19.58 WIB.

“Dalam satu bulan beroperasi, LRT Jabodebek terus berbenah dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain dari sekian banyak batik Nusantara, Batik Tiga Negeri tampil sebagai lambang keberagaman budaya Indonesia. Mewakili Pekalongan, Lasem, dan Solo, setiap motifnya adalah refleksi karakter unik dari ketiga daerah tersebut. Motif dan coraknya menggambarkan akulturasi budaya, mengadopsi unsur-unsur dari Jawa, Arab, India, Cina, dan Eropa.

Ketua Pekalongan Creative City Forum, Arief Wicaksono, menyampaikan bahwa Batik Tiga Negeri memiliki pola warna merah, buket, dan burung yang mencerminkan keunikan batik Lasem, aksen warna Pekalongan, dan motif sogan yang menggambarkan batik Solo.

Meskipun saat ini produksi Batik Tiga Negeri semakin langka, beberapa rumah batik di Lasem, Rembang, seperti Rumah Batik Nyah Kiok, Rumah Batik Maranatha, Rumah Batik Lumintu, dan Rumah Batik Kidang Mas, tetap setia mempertahankan keberlanjutan seni batik yang kaya akan makna dan keindahan budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *