Berita Pendidikan

Program Praktisi Mengajar: Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Industri dalam Transformasi Pendidikan Tinggi

Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) terus berkomitmen dalam mengawal pelaksanaan Program Praktisi Mengajar di perguruan tinggi. Program ini merupakan bagian dari Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) Angkatan 3 yang bertujuan untuk memenuhi permintaan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) akan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengungkapkan bahwa pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 telah mengajarkan pentingnya kolaborasi dan gotong royong dalam menghadapi tantangan global. Kemendikbudristek mengajak semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam sistem pendidikan nasional dan berbagi pengetahuan serta pengalaman.

Dalam pelaksanaan Program Praktisi Mengajar, praktisi dari berbagai bidang keahlian diajak untuk bekerja sama dengan dosen dalam menciptakan pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Selain berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman, kehadiran praktisi di kelas juga memberikan inspirasi, cita-cita, dan perspektif baru bagi mahasiswa.

Muhammad Fajar Subkhan, Plt Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, menekankan pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui Program Praktisi Mengajar, kurikulum dapat lebih dinamis dan terintegrasi dengan dunia industri. Hal ini memastikan bahwa program-program pendidikan tetap relevan dengan perkembangan terbaru di industri.

Pada pelaksanaan angkatan ketiga Program Praktisi Mengajar, terdapat animo yang tinggi dari praktisi dan perguruan tinggi. Sebanyak 19.329 praktisi terverifikasi mendaftar, sementara 391 perguruan tinggi akademik maupun vokasi mengajukan Rencana Kelas Kolaborasi (RKK) untuk bergabung dalam program ini. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan DUDI semakin kuat dalam menciptakan visi pendidikan tinggi Indonesia yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan di dunia kerja.

Program Praktisi Mengajar Angkatan 3 telah menyelenggarakan 6.924 kelas kolaborasi, melibatkan 3.938 dosen pengampu, dan 5.351 praktisi profesional di 227 perguruan tinggi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara praktisi, dosen, dan mahasiswa menjadi momen penting dalam membagikan pengalaman dan manfaat yang dirasakan dari pelaksanaan program ini.

Dengan terus berjalannya Program Praktisi Mengajar, diharapkan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia semakin maju dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan DUDI menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *