Berita Kebudayaan

Ksatria di Panggung: Tarian Satya Brasta Gugur Gunung Vol. 2 “Tri Kala”

Gerakan tubuh yang anggun dan penuh kegagahan memukau pengunjung pada acara Gugur Gunung Vol. 2 “Tri Kala” di Usmar Ismail Hall, Jakarta. Tarian Satya Brasta, karya I Nyoman Cerita, menjadi sorotan utama dengan delapan penari yang memukau dengan kesan ksatria. Dibawakan oleh enam laki-laki dan dua perempuan, tarian ini mengisahkan kepahlawanan Gatot Kaca dalam perang Baratayudha. Dengan gerakan gagah dan diiringi gamelan gong kebyar, penari Satya Brasta memukau penonton hingga momen saling menyerang di pertengahan tarian.

 

Di sisi lain, penampilan Tari Pendet dengan tiga penari cilik yang membawa bokor dan dupa memberikan kegemasan tersendiri. Gerakan percaya diri diiringi suara gamelan menciptakan suasana magis di panggung. Tarian ini semula merupakan tari pemujaan di pura di Bali, namun kini telah diubah menjadi ucapan selamat datang yang tetap menyimpan nuansa sakral.

 

Tidak ketinggalan, sembilan penari wanita memukau dengan Tari Srikandi Larasati. Dengan membawa panah dan keris, mereka menampilkan ketangguhan wanita yang juga tetap memancarkan sisi feminin dan elegan. Tari ini menggambarkan adu kesaktian antara Dewi Srikandi dan Dewi Larasati, menciptakan penampilan tangguh namun anggun.

 

Gugur Gunung Vol. 2 “Tri Kala” tidak hanya menampilkan keindahan tarian, tetapi juga melibatkan UMKM dalam Pasar Minggu Pahingan. Acara ini tidak hanya sekadar pagelaran seni, namun juga menjadi wadah peleburan seni, budaya, sejarah, dan aktivitas spiritual yang melestarikan keragaman budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *