Berita KebudayaanBerita Pendidikan

Festival Dongdala Budaya Desa: Pemerintah Dukung Kemajuan Kebudayaan dan Ketahanan Pangan

Desa Pringgasela Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi saksi perhelatan besar Festival Dongdala Budaya Desa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, bagian dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Festival ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap kemajuan kebudayaan dan ketahanan pangan di tujuh kewilayahan desa tersebut.

 

Berbagai kegiatan kreatif dihadirkan dalam festival ini, termasuk pembuatan janur, bejabur kelem, nyiru jaja bejangkongan, kesenian musik tradisional klenang nunggal pancor kopong, dan pameran budaya dan tenun. Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek, Irini Dewi Wanti, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendukung pemajuan desa tapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kebudayaan dan mempererat kerukunan antarwarga desa.

 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong SDM generasi muda agar lebih peduli terhadap desa mereka sendiri. Hal ini sejalan dengan upaya melestarikan tradisi budaya dan mendukung isu ketahanan pangan, yang telah menjadi warisan turun-temurun masyarakat Desa Pringgasela Selatan,” ungkap Irini.

 

Koordinator Pokja Ketahanan Budaya, Syukur Asih Suprojo, menjelaskan tema festival ini, yaitu ‘Sasaq Sela, Nggisin Gumi’, mencerminkan keberagaman unik yang dimiliki oleh masyarakat Sasak. “Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya desa, tetapi juga sebagai langkah awal dalam pembangunan desa berkelanjutan. Khusus dalam festival kali ini, kita akan mengangkat isu ketahanan pangan sebagai fokus utama,” ujar Syukur.

 

Masyarakat Desa Pringgasela Selatan diharapkan dapat menjaga dan melestarikan tradisi yang menjadi kebiasaan dalam merawat bumi dan segala isinya. Acara puncak festival, yaitu Apresiasi Desa Budaya, menjadi momen penting dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) yang digelar Ditjen Kebudayaan sejak 2021. PKD bertujuan membangun kemandirian, kesejahteraan, dan penghidupan berkelanjutan di desa, serta memperkuat sinergi dengan sumber daya yang ada di masyarakat desa.

 

Dengan melibatkan 315 desa peserta PKD sejak 2021, diharapkan masyarakat desa mampu mandiri dan berdaya. Festival Dongdala Budaya Desa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merangsang pembangunan desa yang berkelanjutan dengan kearifan lokal sebagai pondasi utamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *