Berita KebudayaanBerita Pendidikan

Potensi Korupsi Program Makan Siang dan Susu Gratis, Ahli Soroti Anggaran Rp400 Triliun

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, menyoroti potensi korupsi dalam program makan siang dan susu gratis yang diestimasikan menggunakan anggaran hingga Rp400 triliun per tahun. Menurut Umam, program-program dengan embel-embel gratis dalam kontestan Pilpres 2024 dapat menjadi insentif elektoral yang kuat bagi kelompok masyarakat miskin dan hampir miskin.

 

Umam mengingatkan bahwa, sementara program-program gratis bisa menjadi daya tarik politik, penting untuk memperhatikan dampak langsung program-program tersebut pada pembangunan ke depan. Ia menekankan bahwa aspek prioritas penyusunan program harus menjadi perhatian utama bagi para kandidat.

 

Dalam menghadapi fenomena program-program gratis di Pilpres 2024, Umam menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Ia menilai perlunya pemetaan yang cermat untuk memastikan bahwa bantuan dari negara tepat sasaran, mencakup kelompok miskin dan hampir miskin.

 

Umam juga mengingatkan tentang pentingnya transformasi ekonomi yang didasarkan pada penguatan sumber daya manusia. Baginya, program seperti makan siang dan susu gratis seharusnya terintegrasi dengan upaya penguatan basis pendidikan yang mendukung transformasi ekonomi.

 

Di sisi lain, juru bicara Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Chico Hakim, mengajukan pertanyaan tentang prioritas penyusunan anggaran di balik program makan siang gratis. Chico menyoroti kebutuhan akan prioritas yang jelas, seperti pembangunan puskesmas di desa dan insentif untuk guru keagamaan. Ia juga mempertanyakan apakah program makan siang gratis dapat disaring dengan efektif agar tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *