Berita Pendidikan

Anies Baswedan Curi Perhatian dengan Gagasan Kementerian Kebudayaan

Gagasan kontroversial Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, untuk membentuk Kementerian Kebudayaan mendapat pujian dari Kemas Ari Panji, seorang akademisi di bidang Sejarah dan Peradaban Islam dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Panji menyebutkan bahwa ide tersebut tidak hanya bagus, tetapi juga brilian.

 

Dalam debat capres yang dihelat di JCC Senayan, Jakarta pada Minggu (4/2) malam, Anies Baswedan menegaskan kesiapannya untuk membentuk Kementerian Kebudayaan. Pernyataan ini mencuri perhatian banyak pihak, termasuk Panji, yang menilai bahwa pembentukan kementerian tersebut akan memberikan manfaat maksimal kepada pemerintah.

 

Panji menjelaskan bahwa perlindungan terhadap cagar budaya tidak bisa dianggap sepele, melibatkan berbagai aspek seperti pendataan, pencarian, penelitian, promosi, pengelolaan, dan pemanfaatan. Menurutnya, pembentukan Kementerian Kebudayaan secara tersendiri akan memungkinkan sektor ini untuk terkonsentrasi penuh, dan hal ini merupakan ide brilian.

 

“Perlindungan terhadap cagar budaya membutuhkan anggaran yang cukup besar, dan dengan adanya Kementerian Kebudayaan yang mandiri, pemerintah dapat mengelolanya secara lebih efektif,” ujar Panji.

 

Ari Panji menilai bahwa lembaga kebudayaan setara dengan kementerian seharusnya berdiri sendiri, bukan menjadi bagian dari kementerian lain seperti yang terjadi saat ini. Menurutnya, upaya perlindungan terhadap warisan budaya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri dapat menjadi solusi untuk hal tersebut.

 

“Ini bukan hanya tanggung jawab presiden, tetapi juga diatur dalam undang-undang dasar. Kebudayaan, atau cagar budaya, merupakan warisan yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikelola dengan baik karena melibatkan anggaran yang bersifat abadi,” tambah Panji.

 

Gagasan Anies Baswedan ini mendapat dukungan dari beberapa pihak, termasuk Prabowo, yang setuju dengan pembentukan Kementerian Kebudayaan. Meski demikian, reaksi masyarakat dan tokoh politik lainnya terhadap ide ini masih menjadi perdebatan hangat di berbagai lapisan masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *