Berita Pendidikan

Program Makan Siang dan Susu Gratis di Kabinet: Antisipatif atau Langkah Terlalu Dini?

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyebut pembahasan program makan siang dan susu gratis dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, sebagai tindakan yang bersifat antisipatif. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar program yang sudah ada pada tahun 2024 dapat berlanjut tanpa putus pada tahun 2025, dan dapat diatur di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Muhadjir menegaskan bahwa pembahasan anggaran perlu mendapatkan persetujuan di tingkat legislatif. Ia menambahkan bahwa penganggaran program makan siang gratis tidak diambil terlalu dini, terlebih sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pemenang pilpres 2024.

 

“Ndak terlalu dini. Itu kan masih dalam pembahasan, juga belum diketok oleh DPR. Masih pembahasan kok,” ungkapnya.

 

Dari sisi simulasi anggaran, Muhadjir menyatakan bahwa hal tersebut hanya sebatas pemindahan dari pos-pos anggaran yang sudah ada. Anggaran yang digunakan berasal dari program-program pemerintahan sebelumnya, seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (BOS) dan Dana Desa.

 

“Selama ini sudah ada anggaran pendidikan di BOS, kemudian nanti kalau bisa juga dari Dana Desa. Jadi jangan bayangkan nanti kemudian ada tambahan anggaran baru khusus gitu enggak, selama ini selalu itu kan kita. Amplop aja pindah amplop sana-sini,” jelasnya.

 

Muhadjir memastikan bahwa tidak ada pos anggaran baru yang khusus digunakan untuk program makan siang gratis pada APBN 2025.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *