Berita Pendidikan

Kampus Mengajar Papua Pelepasan Angkatan 7, Literasi dan Numerasi Jadi Fokus

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua meriahkan pelepasan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 7 secara hybrid. Dihadiri oleh 27 mahasiswa terpilih, acara ini menandai komitmen untuk memajukan pendidikan di Papua. Kabupaten Biak Numfor, Keerom, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, dan Nabire menjadi destinasi 27 mahasiswa yang akan berkontribusi dalam mengatasi tantangan literasi dan numerasi di sekolah sasaran.

 

Kepala BPMP Provinsi Papua, Junus Simangunsong, menyoroti ketidakpuasan terhadap Rapor Pendidikan di Papua sejak 2021. Litnum sekolah di Papua masih perlu peningkatan. Mahasiswa yang terlibat akan fokus pada pengembangan litnum, karakter, minat, dan bakat siswa dalam rangka mendukung episode Merdeka Belajar.

 

Penguatan litnum menjadi tujuan utama Program Kampus Mengajar di Papua, diakui Junus. Kompetensi dasar ini dianggap krusial untuk membuat siswa lebih adaptif terhadap perubahan zaman. “Mari bersama-sama membangun budaya belajar yang menyenangkan agar anak-anak senang ketika belajar,” tambahnya.

 

Pada tanggal 26 Februari, mahasiswa akan mulai mengejar tugasnya di sekolah sasaran. BPMP Papua berkomitmen mendampingi mereka sepanjang program. Junus mengajak dinas pendidikan di kabupaten/kota tempat penugasan untuk berkolaborasi guna memastikan keberhasilan Program Kampus Mengajar.

 

Josua Siahaan dari PDM-10 Ditjen PAUDDikdasmen menyampaikan bahwa PMO PDM-10 bertujuan memperkuat proses pemulihan dan transformasi pembelajaran di sekolah. Kolaborasi dengan Program Kampus Mengajar dan dukungan dari BP/BPMP serta dinas pendidikan diharapkan dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa melalui pendampingan mahasiswa.

 

BPMP Papua telah merancang berbagai rangkaian evaluasi, sesi pembagian praktik baik oleh alumni, dan rencana pendampingan untuk mengawal pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Kamarudin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak, memberikan apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar sejak 2023. Ia melihat dampak positifnya pada semangat inovasi guru dan motivasi siswa.

 

Saat menyambut Program Kampus Mengajar Angkatan 7 di Kabupaten Biak, Kamarudin berharap praktik baik yang diperkenalkan oleh mahasiswa dapat diteruskan oleh para guru. Program Kampus Mengajar sendiri telah mencapai lebih dari 112.000 mahasiswa yang telah ditugaskan di lebih dari 25.000 sekolah di seluruh Indonesia. Semester pertama 2024 melibatkan lebih dari 32.000 mahasiswa untuk bertugas di Angkatan 7. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun Instagram resmi Kampus Mengajar: @kampusmengajar, laman MBKM Program Kampus Mengajar: https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/mengajar, atau kirim surel ke kampus.mengajar@kemdikbud.go.id. Program Kampus Mengajar adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar sambil memberikan dampak positif dengan menjadi mitra guru di sekolah sasaran. Mahasiswa akan berfokus pada penguatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, serta membangun budaya belajar yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *