Berita Pendidikan

Gubernur Jakarta Sebut Tidak Ada Pemotongan Anggaran Program KJMU

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, membantah klaim pemotongan anggaran pada program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dalam APBD tahun 2024. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap tanggapan DPRD DKI Jakarta yang mencatat kekacauan akibat pencoretan ribuan mahasiswa dari daftar penerima KJMU.

 

Dalam keterangan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (7/4), Heru menegaskan bahwa tidak ada pemotongan anggaran, sehingga Pemda DKI masih dapat membiayai mahasiswa penerima KJMU. Terkait pengurangan kuota penerima dari sekitar 19 ribu menjadi 7.900 orang, Heru berdalih bahwa program tersebut sebenarnya tidak memiliki batasan kuota penerima.

 

“Kan, enggak ada kuota-kuota,” ungkapnya. Heru juga menyampaikan bahwa masalah perubahan data penerima KJMU tahap 1 tahun 2024 terjadi karena adanya mekanisme baru dalam penggunaan sumber data. Pemprov DKI menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang disahkan oleh Kementerian Sosial, dipadankan dengan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

Pemadanan ini dilakukan untuk mengetahui pemeringkatan kesejahteraan (desil) sebagai kriteria penerima bantuan pendidikan. Meski data mahasiswa yang sempat dicoret kembali dimasukkan, Heru menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pengecekan ulang untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial biaya pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *