Berita Pendidikan

100 Mahasiswa Politeknik Elbajo Commodus Ikuti Tahapan Wawancara Beasiswa Bank Indonesia di Labuan Bajo

Kegiatan luar biasa pun menggeliat di kampus Politeknik Elbajo Commodus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 100 mahasiswa memenuhi ruang wawancara untuk mengikuti tahapan seleksi beasiswa Bank Indonesia (BI) yang diselenggarakan pada Kamis (21/3) hingga Jumat (22/3).

 

Beasiswa BI senilai Rp12 juta per tahun dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) SDM Unggul siap menanti 50 mahasiswa terpilih. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi berbagai aspek keuangan, termasuk Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, serta program beasiswa, yang diikuti oleh sosialisasi Generasi Baru Indonesia (GenBI).

 

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Perwakilan (KPw) BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, yang turut dihadiri oleh Direktur Politeknik Elbajo Commodus, I Nengah Dasi Astawa, serta Kepala Seksi Kehumasan BI NTT, Rifky Hanif, beserta beberapa karyawan BI.

 

Menurut Agus Sistyo Widjajati, Politeknik Elbajo Commodus merupakan salah satu dari lima kampus di NTT yang bekerjasama dengan Bank Indonesia. Keempat kampus lainnya meliputi Universitas Nusa Cendana di Kupang, Universitas Nusa Nipa di Maumere, Universitas Kristen Wira Wacana di Waingapu, dan Universitas Flores di Ende.

 

Para penerima beasiswa akan diajak bergabung dalam Komunitas GenBI, yang memiliki sejumlah program kerja, termasuk lingkungan hidup, kesehatan, kewirausahaan, multimedia manajemen, pendidikan, dan public relation.

 

Mahasiswa yang mengikuti tahapan wawancara telah memenuhi persyaratan, termasuk menyelesaikan minimal 40 satuan kredit semester (SKS), berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki prestasi akademik yang baik, dan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,0.

 

Agus Sistyo Widjajati mengajak para mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan NTT setelah menyelesaikan studi mereka, sejalan dengan semangat Bank Indonesia untuk membangun daerah tersebut. “Saya tantang berani nggak kerja di NTT, mengabadikan diri untuk membangun NTT,” katanya.

 

Pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2023 mencapai 4%, dengan tingkat inflasi sebesar 3,01% (yoy) pada Februari 2024, melebihi inflasi nasional sebesar 2,75% (yoy). Ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di NTT masih cukup tinggi, serta masalah kesehatan seperti tingginya jumlah stunting dan migrasi tenaga kerja yang signifikan.

 

Bank Indonesia berharap lulusan Politeknik Elbajo dapat menjadi pelopor dalam memajukan NTT, dengan mendukung mereka dalam berbagai kompetisi dan melalui pengembangan program-program kewirausahaan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa dapat diimplementasikan secara langsung dalam masyarakat, dan diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan di wilayah tersebut.

 

Di era digital saat ini, digitalisasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk berbagai permasalahan, termasuk dalam sektor pertanian, perikanan, dan hortikultura. Teknologi seperti irigasi tetes dan drone diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam sektor-sektor tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *