Berita Pendidikan

KPPU Dalami Dugaan Pelanggaran Pinjaman Online Pendidikan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran dalam layanan pinjaman online (pinjol) pendidikan. Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terkait praktik pinjaman online tersebut.

 

Fanshurullah menjelaskan bahwa KPPU telah melakukan pendalaman sejak Februari 2024, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait dalam penyelidikan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa suku bunga pinjaman pendidikan melalui pinjol dinilai sangat tinggi, bahkan jauh melebihi suku bunga pinjaman perbankan.

 

Dalam penelitian awal, KPPU juga membandingkan suku bunga pinjaman pendidikan dengan produk serupa di negara lain. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa praktik yang dilakukan oleh pelaku usaha pinjol merupakan bentuk monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di pasar.

 

Sebagai langkah selanjutnya, KPPU akan melanjutkan penyelidikan untuk mencari bukti lebih lanjut terkait pelanggaran tersebut. Mereka berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *